MAKALAH
IMPLEMENTASI QUERY RELASIONAL PADA DATABASE AKADEMIK
Mata Kuliah: Pemrograman SQL II
Dosen Pengampu : M Reza Redo Islami, S.Kom., M.T.I.
Nama : Fitri Amelia Ananti
Npm : 24781011
Kelas : MI 4A
Tanggal Pembuatan : 21 April 2026
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
2026
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam sistem basis data relasional, data tidak disimpan dalam satu tabel tunggal melainkan tersebar di beberapa tabel yang saling terhubung melalui kunci primer (primary key) dan kunci tamu (foreign key). Untuk mengolah informasi yang kompleks dan saling berkaitan dalam lingkungan akademik, dibutuhkan teknik query yang mampu menyatukan data tersebut secara efisien. Makalah ini membahas teknik-teknik utama dalam SQL, mulai dari penggabungan tabel (JOIN), penyatuan hasil query (UNION), hingga teknik pemfilteran dan penyajian data agar informasi yang dihasilkan bagi kepentingan akademik lebih akurat dan mudah dipahami.
1.2 Tujuan Pembelajaran
Makalah ini disusun untuk menjelaskan:
- Fungsi JOIN dalam membaca relasi antartabel pada sistem database akademik.
- Perbedaan penggunaan INNER JOIN, LEFT JOIN, RIGHT JOIN, dan FULL JOIN.
- Teknik penggabungan hasil query menggunakan UNION.
- Teknik pemfilteran data dan penyajian hasil yang informatif bagi manajemen data akademik.
BAB II: PEMBAHASAN
2.1 Konsep JOIN sebagai Query Relasional
JOIN berfungsi untuk menyatukan baris dari dua tabel atau lebih (seperti data mahasiswa, program studi, dan KRS) berdasarkan kondisi relasi tertentu. Klausa yang paling krusial dalam JOIN adalah ON, yang menentukan kolom dasar hubungan antartabel. Kesalahan pada bagian ini dapat menyebabkan hasil query menjadi ganda, hilang, atau tidak logis.
Jenis-jenis JOIN:
- INNER JOIN: Menampilkan hanya baris yang memiliki pasangan cocok di kedua tabel. Jika tidak ada pasangan, baris tersebut tidak akan ditampilkan.
- LEFT JOIN: Menampilkan seluruh baris dari tabel kiri, walaupun tidak ada pasangan yang cocok di tabel kanan.
- RIGHT JOIN: Menampilkan seluruh baris dari tabel kanan, walaupun tidak ada pasangan yang cocok di tabel kiri.
- FULL JOIN: Menampilkan seluruh baris dari kedua tabel, baik yang memiliki pasangan maupun yang tidak.
2.2 Penyatuan dan Pembatasan Hasil Query
UNION: Digunakan untuk menyatukan dua hasil query ke dalam satu hasil gabungan. Syarat utamanya adalah kedua query harus memiliki jumlah kolom yang sama dan tipe data yang sepadan. UNION secara otomatis menghapus baris duplikat, sedangkan UNION ALL mempertahankannya.
TOP: Digunakan untuk membatasi jumlah baris yang ditampilkan. Sangat berguna untuk melihat data seperti 5 mahasiswa dengan nilai tertinggi. Agar hasil konsisten, klausa TOP wajib dipadukan dengan ORDER BY.
2.3 Pemfilteran dan Penyajian Data
IN: Digunakan untuk memfilter berdasarkan beberapa nilai diskrit (contoh: memfilter kode prodi 'MI', 'TK', dan 'TRM').
BETWEEN: Digunakan untuk memfilter rentang nilai (bersifat inklusif, sehingga batas bawah dan atas tetap ikut dalam hasil).
ISNULL: Digunakan untuk mengganti nilai NULL (kosong) dengan teks pengganti agar hasil query lebih informatif dan mudah dibaca oleh pengguna akhir.
BAB III: IMPLEMENTASI KASUS
Contoh Kasus 1: Laporan Status Akademik Mahasiswa
Tujuan: Mengetahui daftar mahasiswa dari jurusan 'Teknik Informatika' (J01) beserta status akademiknya untuk keperluan evaluasi prodi.
Contoh Kasus 2: Laporan Monitoring Mahasiswa Cuti
Tujuan: Menampilkan daftar seluruh mahasiswa (termasuk yang tidak memiliki data prodi) yang statusnya saat ini adalah 'Cuti', agar staf akademik dapat menindaklanjuti rencana studi mereka.
BAB IV: KESIMPULAN
Prinsip Menyusun Query yang Baik
Berdasarkan pembahasan di atas, berikut adalah prinsip utama dalam menyusun query yang efektif untuk database akademik:
Pahami struktur relasi dan kunci antartabel sebelum memulai penulisan kode.
Gunakan alias tabel agar query lebih ringkas dan mudah dibaca.
Pilih jenis JOIN yang paling sesuai dengan kebutuhan analisis data.
Gunakan ORDER BY untuk merapikan hasil agar data terstruktur.
Pastikan jumlah kolom sama saat menggunakan UNION.
Gunakan IN untuk nilai diskrit dan BETWEEN untuk rentang nilai yang kontinu.
Manfaatkan ISNULL untuk menangani data yang tidak lengkap sehingga laporan lebih profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar