Selasa, 02 Juni 2026

M12: Transaction: BEGIN, COMMIT, ROLLBACK, SAVEPOINT — Atomicity & All-or-Nothing

MAKALAH

Transaction: BEGIN, COMMIT, ROLLBACK, SAVEPOINT 
— Atomicity & All-or-Nothing 

Dosen Pengampu : M Reza Redo Islami, S.Kom., M.T.I.

Logo Polinela

Disusun oleh:

Fitri Amelia Ananti

NPM: 24781011

Kelas: MI 4A

Tanggal Pengumpulan: 02 Juni 2026

 

Program Studi Manajemen Informatika
Jurusan Teknologi Informasi
Politeknik Negeri Lampung
2026


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam pengelolaan basis data, sering kali terdapat beberapa operasi yang harus dijalankan secara bersamaan agar data tetap konsisten. Jika salah satu operasi gagal, maka seluruh perubahan sebaiknya dibatalkan untuk mencegah terjadinya inkonsistensi data.

Untuk mengatasi masalah tersebut, DBMS menyediakan fitur Transaction yang memungkinkan beberapa perintah SQL diproses sebagai satu kesatuan kerja. Transaction mendukung prinsip ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) sehingga integritas data tetap terjaga.

Praktikum ini membahas penggunaan perintah BEGIN TRANSACTION, COMMIT, ROLLBACK, dan SAVEPOINT dalam mengelola transaksi pada SQL Server.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan transaction pada DBMS?
  2. Bagaimana penggunaan BEGIN dan COMMIT?
  3. Bagaimana penggunaan ROLLBACK?
  4. Bagaimana penggunaan SAVEPOINT?
  5. Bagaimana penerapan transaksi pada kasus nyata?

1.3 Tujuan Penulisan

  1. Memahami konsep transaction dalam DBMS.
  2. Memahami prinsip Atomicity pada ACID.
  3. Menerapkan COMMIT dan ROLLBACK.
  4. Menggunakan SAVEPOINT untuk pembatalan parsial.
  5. Mengimplementasikan transaksi pada kasus dunia nyata.

1.4 Manfaat Penulisan

  1. Menambah pemahaman tentang manajemen transaksi.
  2. Meningkatkan kemampuan dalam menjaga konsistensi data.
  3. Membantu penerapan transaksi pada sistem informasi.
  4. Menjadi dasar dalam pengembangan aplikasi database yang aman dan andal.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Transaction

Transaction merupakan sekumpulan perintah SQL yang diperlakukan sebagai satu unit kerja. Seluruh perintah dalam transaksi harus berhasil seluruhnya atau gagal seluruhnya (all-or-nothing).

2.2 Konsep ACID
a. Atomicity: Semua proses dalam transaksi berhasil bersama atau gagal bersama.
b. Consistency: Basis data selalu berada pada kondisi yang valid sebelum dan sesudah transaksi.
c. Isolation: Transaksi yang berjalan secara bersamaan tidak saling memengaruhi.
d. Durability: Data yang sudah di-COMMIT akan tersimpan secara permanen.

2.3 Perintah Transaction

BEGIN TRANSACTION: Digunakan untuk memulai transaksi.
BEGIN TRANSACTION;
COMMIT: Menyimpan seluruh perubahan secara permanen.
COMMIT;
ROLLBACK: Membatalkan seluruh perubahan yang terjadi dalam transaksi.
ROLLBACK;
SAVEPOINT: Membuat titik penyimpanan sementara dalam transaksi.
SAVE TRANSACTION sp1;

BAB III 
PEMBAHASAN

Contoh Kasus
Kasus 1 : BEGIN dan COMMIT

Andi mentransfer Rp1.000.000 kepada Budi.



Hasil

Kasus 2 : BEGIN dan ROLLBACK

Transfer dibatalkan karena terjadi kesalahan.

Penyelesaian





Hasil

Saldo tetap seperti sebelum transaksi karena dibatalkan.

 

Kasus 3: SAVEPOINT

Bank melakukan beberapa transaksi sekaligus.

Penyelesaian



Hasil



Penjelasan

Perubahan sebelum SAVEPOINT tetap tersimpan, sedangkan perubahan setelah SAVEPOINT dibatalkan.

Kasus 4 : Transaksi Lintas Tabel

Penarikan uang Rp300.000 dan pencatatan ke riwayat transaksi.

Penyelesaian 


Menampilkan seluruh data


Hasil riwayat transaksi




 

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

    1. Transaction digunakan untuk mengelompokkan beberapa perintah SQL menjadi satu kesatuan kerja.
    2. COMMIT digunakan untuk menyimpan perubahan secara permanen.
    3. ROLLBACK digunakan untuk membatalkan seluruh perubahan dalam transaksi.
    4. SAVEPOINT memungkinkan pembatalan sebagian transaksi tanpa menghapus seluruh perubahan.
    5. Penerapan transaction sangat penting untuk menjaga konsistensi dan integritas data pada sistem basis data.

4.2 Saran

Penggunaan transaction sebaiknya diterapkan pada setiap proses yang melibatkan perubahan data penting seperti transaksi keuangan, pengelolaan inventaris, dan sistem akademik agar data tetap akurat dan konsisten.


 DAFTAR PUSTAKA

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertemuan 13